• 15

    Nov

    Masih seputar kasus Ahok

    Apapun hasil gelar perkara hari ini, merugikan semua pihak. Kepolisian akan dianggap melecehkan MUI jika menyatakan tidak ada tindak pindana dalam kasus Ahok, demo lanjutan pun mungkin bergulir lagi. Tapi jika terbukti ada unsur pidana, maka kita akan masuk babak baru yang penuh dinamika. Mungkin akan membuat kondisi menjelang pilkada makin seru. Dan masyarakat Indonesia akan lebih banyak belajar.  
  • 12

    Nov

    Akhir Politik Ahok di DKI?

    Jika dilihat secara realistis, maka karir Politik Ahok di DKI akan segera berakhir. Sikap MUI sebagai narasumber POLRI dalam kasus penistaan agama tidak akan bisa tertandingi. Dalam kasus ini, terlihat bahwa “People Power” kembali menunjukkan kekuatannya dalam menentukan arah kebijakan Pemerintah. Terlepas apakah kasus Penistaan Agama ini benar atau salah, yang jelas kasus ini adalah murni kasus Politik. Karena secara logis ataupun nalar sehat yang bebas emosional kasus ini sebenarnya sudah selesai ketika Ahok meminta maaf. Kenapa kasus ini sebenarnya tidak valid?1. Video yang dipermasalahkan hanya merupakan potongan dari pidato secara keseluruhan2. Kalimat yang diduga sebagai penistaan agama bukan merupakan “statement kesengajaan” untuk menyudutkan agama Islam3. Y
  • 30

    Apr

    Ajakan Debat Bang Rizal

    Orang ini gak ada habis-habisnya keangkuhannya. Seandainya benarpun tetap saja bukan sosok pemimpin yang ideal. Ambisinya terlihat lebih besar ketimbang bijaksana apalagi wibawanyam kelihatan sekali seperti orang yang kecewa namun tidak bisa menerima. Lagipula jelas saja nantangin debat, lha wong orang ini gak pernah ngerasa salah kok. Jadi siapapun yang berdebat ya percuma, karena ngeyelnya bakal jauh lebih besar. Yang tidak sepaham sudah pasti dimatanya salah. Orang ini sebenarnya gak ngerti apa itu demokrasi, tapi bicara soal kepemimpinan. Terbukti, suaranya yang lantang tapi gak dapat dukungan yang besar. Karena orang juga pasti malas lah kerjasama dengan beliau ini. Diktatornya, arogansi, wuih… Coba aja denger komentar orang yang mungkin pernah dipimpinnya. Mungkin lebih banya
  • 6

    Mar

    Mahasiswa Anarkis Jangan Membawa nama Islam

    Wajah-wajah pencoreng citra mahasiswa perlu ditindak tegas. Jika perlu tembak mati saja. Berprestasi saja tidak, cuma bisa buat onar, menyusahkan orang tua, tukang contek, dan molor kuliah. Duitnya juga habis untuk bakar rokor, minum, dan judi. Mereka inilah yang suka merusak. Masyarakat dan Polisi jangan tinggal diam. Dikubur pun mereka tidak akan ada yang merasa kehilangan. Sebagai mantan mahasiswa, saya tidak terima ada sikap2 brutal seperti itu. Tidak menghargai orang lain dan jauh dari nilai2 demokrasi. Mulut saja yang teriak, tapi tidak tercermin dalam sikap. Karena pada dasarnya mereka adalah geng hura-hura. Apalagi mengatasnamakan Mahasiswa Islam, memalukan… Apa itu yang diajarkan kepada mereka oleh para pimpinannya. Mereka, preman berkedok akademisi. Wajib ditindak.
  • 14

    Jan

    Beginilah seharusnya "The Real President"

    Tegas, cepat mengambil keputusan, dan tidak banyak lika liku… Ini sikap pemimpin yang didambakan. Bukannya lagi mengandalkan pada pimpinan yang kharismatik, sibuk menjaga image, dan menjabarkan penjelasan yang berbelit-belit sehingga harus didengarkan berulang kali agar memahami benar maksudnya seperti apa. Ini sudah tercermin pada satu sosok yang terabaikan, namun sebenarnya memiliki daya pimpin yang luar biasa. Apa sih susahnya bersikap tegas, menggunakan wewenang yang dimiliki, sedikit kotor untuk terjun langsung ke bawah, demi tegak-nya “kebenaran”. Sistem apa yang diharapkan sekarang ini? mengandalkan departemen-departemen yang penuh birokrasi? berharap pada pimpinan-pimpinan yang juga tidak cepat mengerti lapangan. Namun saya tetap salut dengan “tangan-tanga
  • 28

    Jun

    Bagi No.1 semua langkah No.2 pasti Salah

    Begitulah strategi pemasaran dalam mengalahkan market leader, maka langkah-langkah menjatuhkan harus terus dijalankan habis-habisan. Simpati publik menjadi andalan dengan cara yang paling ektrim sekalipun. Termasuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang jelas-jelas salah dan justru menunjuk diri sendiri. Kontrak Politik menjadi andalan, karena itu sebagai senjata pamungkas untuk mendapatkan keyakinan publik. Namun begitu terpilih akan selalu saja ada alasan. Periode yang lalu, 2,5 tahun menjadi alasan waktu yang tidak cukup. Lalu butuh waktu berapa lama untuk benar-benar berubah. Sementara 5 tahun terakhir memang sudah terlihat perbedaan, walau memang belum sempurna. Mengkorek, mengulas, mencaci-maki kekurangan orang menjadi sarapan sehari-hari. Masa lalu yang kelam seolah tidak pernah
-

Author

Follow Me