• 2

    Oct

    Ingin perbaiki keadaan? Mulai dari sendiri

    Stop menggantungkan diri dari orang lain, apalagi terus menerus menyalahkan, mengkritik, dan tidak melakukan aktivitas perbaikan. Anda merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini, lakukan sesuatu dan jangan berdiam diri. Kita semua hanya manusia biasa kenyataannya, memiliki keterbatasan, dan tidak luput dari segala kekurangan. Namun tentunya kita mengharapkan manusia terbaik yang bisa memberikan perubahan. Tapi tidak ada manusia super, yang ada adalah bangsa yang super. Bukan dari pemimpinnya saja, tapi juga rakyatnya di elemen yang paling bawah. Pada akhirnya masyarakat itu sendiri yang menentukan baik tidaknya suatu bangsa, dan dimulai dari diri sendiri. Berkacalah, mulai lakukan suatu perbaikan. Mulai berbagai, memberi bantuan, tidak merugikan orang lain, tidak mementingkan diri sendi
  • 30

    Sep

    Menjadi Jedi, Berperang melawan Kebencian

    Saya adalah penggemar berat Starwars karya george lucas, walau film tersebut sudah keluar sejak 1970an pesona dari film tersebut bukan karena spesial efek ataupun kepiawaian para aktor. Saya sangat mendalami nilai-nilai dan filosofi dalam starwars yang mencerminkan dunia saat ini. Filosofi Jedi dan sith yang bertolak belakang secara ekstrim, dimana keduanya memiliki prinsip nalar yang sangat logis. Itu yang terjadi saat ini. Kita semua menginginkan keadilan, perbaikan, namun lagi-lagi cara anarkis digunakan. Jika tidak anarkis, sekolompok lain penuh dengan hujatan dan caci maki. Sehingga yang baik dan buruk sesungguhnya tidak berbeda. Saat ini Sith sedang menguasai negeri ini, bukan melalui kekuasaan tapi melalui perilaku masyarakat. Padahal minor, tapi pengaruhnya memberikan dampak seol
  • 29

    Sep

    Negeri Preman, Negeri penuh Rekayasa yang Kian Terpuruk

    Prestasi yang diumbar hanyalah di atas kertas, berbagai media dan liputan saat ini seolah menunjukkan semakin buruknya kinerja Pemerintahan negeri ini. Bagaimana yang sebenarnya terjadi? Kita sendiri yang bisa merasakannya. Penguasa yang kali ini sibuk jaga image, terkesan lamban, dan tidak tegas. Tidak seperti pada periode sebelumnya (5 tahun lalu) dimana masyarakat banyak yang merasa mantap, tapi kali ini banyak yang merasa kecewa. Tentunya anda sadar bahwa hal itu terjadi? Jika tidak maka anda buta, tuli, atau bebal… Premanisme sudah lama terjadi sebenarnya, tapi di era demokrasi seperti ini kebebasan kian tidak terkendali dan muncul kesan ogah mengendalikan. Jika tujuannya untuk menarik kembali kebutuhan terhadap TNI, maka sebaiknya jauhkan saja pemikiran seperti itu karena tida
  • 29

    Sep

    Telkom Speedy yang Tidak pernah Konsisten

    Sekedar uneg-uneg saja belakangan ini jika layanan internet speedy mengalami penurunan kualitas. Dengan harga yang relatif lebih mahal dibandingkan yang lain, Speedy tidak bisa memberikan konsistensi kecepatan seperti halnya First Media. Bahkan tidak jarang tiba-tiba putus jaringan dengan sendirinya. Walau setelah menunggu 15-20 menit internetnya menyala kembali. Tapi begitulah jika berurusan dengan telkom. Menghubungi 147 ataupun Plasa Telkom untuk menyampaikan keluhan, mungkin banyak juga yang tidak menemukan solusi. Tergantung dari SDM-nya siapa waktu itu yang menangani anda.
  • 29

    Jul

    Penguasa yang Gemar Jaga Image

    Tiap periode kekuasaan sepertinya memang memiliki kekhasan masing-masing, walau dengan harapan bahwa semuanya harus lebih baik. Dan memang harus diakui juga bahwa pastinya situasi menjadi lebih baik secara umum, tidak sempurna memang. Tapi yang menarik dari periode kali ini adalah kental-nya nuansa “Jaim”, tidak natural dan dibuat-buat. Banyak permasalahan yang ditonjolkan adalah mengenai “Pencitraan”, “pencemaran”, “Tidak pantas”, ini itu dan sebagainya. Sedangkan esensi dari masalah itu sendiri justru tidak terselesaikan. Rasanya tidak perlu disebut contoh-contohnya, ketimbang nanti tau2 digrebek karena dianggap menyebarkan berita yang menyesatkan. Tapi pendekatan “Public Relation” kali ini sudah kelewatan, sibuk bermain kosmet
  • 25

    Apr

    Downgrade Ipod Touch 3G from 3.1.3 to 3.1.2

    Luar biasanya… Akhirnya setelah mencari berbulan-bulan akibat kesalahan upgrade firmware iPod Touch, ditemukan cara yang cukup simpel dan efektif. Sekarang Ipod Touch 3G 32GB sudah berhasil downgrade ke 3.1.2. Caranya ternyata gampang banget. Kalo mau lebih lengkap bisa akses halaman berikut: http://www.blogsdna.com/7115/how-to-downgrade-ipod-touch-3g2g-3-1-3-to-3-1-2-os.htm Tapi saya coba intisarikan sebagai berikut: Tiap kali melakukan restore, itunes selalu akses ke Apple server untuk melakukan verifikasi apakah software yang digunakan resmi atau tidak. Nah, di 3.1.3 apple membuat batasan untuk melakukan downgrade. ini yang bikin sebagian banyak user frustasi. Untuk bypass verifikasi apple tersebut, lakukan update file hosts yang terletak di folder windows\system32\drivers
  • 7

    Feb

    Beringin yang akan Tumbang

    Tinggal menunggu waktu saja, disaat pohon tempat bernaung ini mulai tidak lagi diminati. Mungkin karena pohon yang sudah lama berdiri ini tidak kunjung memberikan manfaat yang berarti bagi lingkungan. Karena pohon ini tidak lagi dirawat, dan juga dikembangkan dengan baik. Usianya pula yang membuatnya menjadi arogan, tidak lagi mampu mengakomodir kebutuhan bagi para siapa saja yang pernah menggantungkan harapannya. kerindangannya saat ini penuh dengan penyakit, banyak kepentingan individu, dan sudah lupa mengapa keberadaannya masih ada hingga saat ini. Tapi itulah, beringin ini sudah banyak mencetak jagoan-jagoan yang memang bisa diandalkan, tapi juga sarang bagi parasit. Tapi beringin ini juga mungkin sudah tidak sadar, tenggelam dalam kebesarannya. Jati diri yang perlahan menghilang, se
  • 6

    Feb

    Tembak Mati bagi Penculik Anak, Perdagangan Manusia, dan Oknum Terlibat

    Rasanya sudah jelas, penculikan anak jauh lebih kejam dari Pembunuhan. Tanpa bermaksud membandingkan mana yang lebih baik, karena dua2nya sama jahanamnya. Tapi penculikan yang menjurus pada perdagangan adalah kejahatan umat manusia yang paling tinggi. Karena bentuk penderitaannya bukanlah sesaat, tapi seumur hidup. Bayangkan perasaan orangtua yang kehilangan. Seunur hidup tidak akan pernah berhenti menyesalinya dan terus dibayangi nasib tidak jelas dari anaknya. Begitupula dengan nasib manusia yang diperdagangkan seperti budak di era modern saat ini. Kehilangan kebebasan seumur hidup, bahkan menjadi obyek kesenangan manusia2 bejat. Dengan demikian sudah jelas, orang yang terlibat dalam penculikan ini apapun alasannya wajib hukum mati di tempat. Orang-orang ini hati nuraninya sudah tidak
  • 14

    Jan

    Beginilah seharusnya "The Real President"

    Tegas, cepat mengambil keputusan, dan tidak banyak lika liku… Ini sikap pemimpin yang didambakan. Bukannya lagi mengandalkan pada pimpinan yang kharismatik, sibuk menjaga image, dan menjabarkan penjelasan yang berbelit-belit sehingga harus didengarkan berulang kali agar memahami benar maksudnya seperti apa. Ini sudah tercermin pada satu sosok yang terabaikan, namun sebenarnya memiliki daya pimpin yang luar biasa. Apa sih susahnya bersikap tegas, menggunakan wewenang yang dimiliki, sedikit kotor untuk terjun langsung ke bawah, demi tegak-nya “kebenaran”. Sistem apa yang diharapkan sekarang ini? mengandalkan departemen-departemen yang penuh birokrasi? berharap pada pimpinan-pimpinan yang juga tidak cepat mengerti lapangan. Namun saya tetap salut dengan “tangan-tanga
  • 29

    Jun

    Soal Spanduk KPU: Orang Indonesia gak segoblok itu...

    Apa iya gara-gara KPU berikan contoh contreng pada pilihan yang ditengah akan berakibat pada pilihan orang-orang. Gak segoblok itu dan gak perlu dilebih-lebihkan. Sekarang ini semua orang yang terkait dengan Pilpres seperti anak kecil. Dikit-dikit ngadu, lapor sana, lapor sini. Banyak kerjaan yang lebih penting selain kasih komentar dan juga kritik orang lain. Termasuk nulis blog ini. Saking jengkel-nya. Tukang ngadu yang kaya anak kecil ini justru perlu mendapat didikan yang benar. Apa sih tujuannya? menjatuhkan lawan? dengan cara kotor? Sepertinya fenomena yang terjadi sekarang ini adalah hanya ingin tampil benar. Omong kosong dengan agenda-agenda politik yang diusung. Karena teriming-iming janji atau sudah terlanjur makan komitmen, akhirnya segala cara pun ditempuh. Kalo katanya oran

Author

Follow Me