• 6

    Sep

    Kasus Antasari - Akan seperti apa nasibnya?

    Antasari Tanyakan Jenazah Nasrudin yang Sudah Direkayasa Saat Divisum http://de.tk/5kaN0 via @detikcom Dari awal memang sudah ada yang ganjil dengan kasus ini. Tapi ya gitu, selama mekanisme peradilan ini tidak ada intervensi dari pimpinan. Semua orang sejujur apapun, tapi bodoh, akan terus berlindung dibalik hukum. Dan alasan demi hukum inilah yang bikin seseorang bisa jadi terpidana. Kemanakah hati nurani, kemanakah nasib kebenaran? Mungkin Antasari mengetahui sesuatu hal yang besar dan penting, sehingga sebagian orang merasa perlu menyingkirkan antasari. Mungkin saja ada kaitan dengan kasus Nazaruddin, Hamzah, dan lain-lain. Manusia-manusia ini sudah lupa atau bebal dengan Azab Ilahi, karma yang mungkin akan melibatkan kehidupan masa depan hingga anak cucu. Karena masyarakat tidak
  • 9

    Jul

    Banyolan Pemerintah Part II

    Dua hal yang menarik terkait hukum versi Jakmuter kali ini adalah mengenai kasus iPad dan Prita. Ini banyolan yang menggelitik sekaligus menggemaskan. Bagaimana tidak, HUKUM DI NEGERI INI TERNYATA BISA DIMANFAATKAN OLEH OKNUM TERTENTU UNTUK KEPENTINGAN TERTENTU. Mengapa masalah iPad bisa menjadi kasus serius? sementara yang besar2 lagi-lagi bisa lolos juga karena permainan hukum. Terlalu banyak orang pintar hukum di negeri ini, sehingga hukum yang sudah dibuat ternyata memiliki celah dan bisa menjadi pelindung bagi para kriminal yang mengerti hukum. Hukum adalah hukum, tanpa perlu tafsir dan alasan apapun. Tapi rupanya birokrasi saat ini banyak yang sudah berjalan tanpa adalagi HATI NURANI. Demi Hukum, masyarakat harus takut terhadap permainan para pelaku yang mengerti hukum. Jika tida
  • 13

    Jun

    Dagelan Politik, Banyolan Pemerintah, dan Komoditas Kuli Pena

    Ini kejadian nyata yang terjadi saat ini di kancah panggung negeri, terutama berita. Nazarudin yang tidak kunjung pulang, Nunun yang entah kemana, banyak penegak hukum yang terseret hukum. Apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini? Apakah para pelaku ini sedemikian bodoh dan dibutakan oleh keindahan duniawi? Partai Politik sudah tidak ada yang benar-benar mewakili kepentingan rakyat. Semuanya membeli organisasi dan pastinya para petingginya. Jika disurvey dengan benar kepada orang-orang non-politik, pastilah sudah tidak ada yang percaya. Semua memiliki agenda untuk memenangkan pemilu 2014, dan kembali mengulang kesempatan untuk memperkaya diri dengan berbagai cara. Politik telah menjadi sumber pendapatan yang potensial bagi para pengurusnya. Yang jika dianalisa dari sisi bisnis manapun,
  • 7

    Oct

    Opini - Kekuasaan KPPU Terlalu Besar: Potensi menjadi Hama Perekonomian?

    Diambil dari Suara Pembaruan 6 Oktober 2010: (Copy Paste Habis, dengan pertimbangan Perlu disebarluarkan tanpa bermaksud mengambil keuntungan karena memang tidak ada keuntungan yang diperoleh) Kekuasaan KPPU Terlalu Besar Oleh : Hans Edward Hehakaya Tahun ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berusia 10 tahun (7 Juni lalu), dalam sepuluh tahun itu, dari 3.043 laporan yang masuk, KPPU telah menangani perkara sebanyak 237 kasus dan telah memutus 150 kasus serta mengeluarkan 87 penetapan. Dari sekitar 47 putusan KPPU yang diajukan kasasi sekitar 73 persen yaitu 34 putusan dikuatkan Mahkamah Agung (MA). Itu pun, KPPU hanya memprioritaskan pemeriksaan atas perkara-perkara yang memberikan dampak penting dan dapat menimbulkan efek jera kepada masyarakat. Ini tak jauh beda dengan konsep
  • 2

    Oct

    Ingin perbaiki keadaan? Mulai dari sendiri

    Stop menggantungkan diri dari orang lain, apalagi terus menerus menyalahkan, mengkritik, dan tidak melakukan aktivitas perbaikan. Anda merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini, lakukan sesuatu dan jangan berdiam diri. Kita semua hanya manusia biasa kenyataannya, memiliki keterbatasan, dan tidak luput dari segala kekurangan. Namun tentunya kita mengharapkan manusia terbaik yang bisa memberikan perubahan. Tapi tidak ada manusia super, yang ada adalah bangsa yang super. Bukan dari pemimpinnya saja, tapi juga rakyatnya di elemen yang paling bawah. Pada akhirnya masyarakat itu sendiri yang menentukan baik tidaknya suatu bangsa, dan dimulai dari diri sendiri. Berkacalah, mulai lakukan suatu perbaikan. Mulai berbagai, memberi bantuan, tidak merugikan orang lain, tidak mementingkan diri sendi
  • 30

    Sep

    Menjadi Jedi, Berperang melawan Kebencian

    Saya adalah penggemar berat Starwars karya george lucas, walau film tersebut sudah keluar sejak 1970an pesona dari film tersebut bukan karena spesial efek ataupun kepiawaian para aktor. Saya sangat mendalami nilai-nilai dan filosofi dalam starwars yang mencerminkan dunia saat ini. Filosofi Jedi dan sith yang bertolak belakang secara ekstrim, dimana keduanya memiliki prinsip nalar yang sangat logis. Itu yang terjadi saat ini. Kita semua menginginkan keadilan, perbaikan, namun lagi-lagi cara anarkis digunakan. Jika tidak anarkis, sekolompok lain penuh dengan hujatan dan caci maki. Sehingga yang baik dan buruk sesungguhnya tidak berbeda. Saat ini Sith sedang menguasai negeri ini, bukan melalui kekuasaan tapi melalui perilaku masyarakat. Padahal minor, tapi pengaruhnya memberikan dampak seol
  • 29

    Sep

    Negeri Preman, Negeri penuh Rekayasa yang Kian Terpuruk

    Prestasi yang diumbar hanyalah di atas kertas, berbagai media dan liputan saat ini seolah menunjukkan semakin buruknya kinerja Pemerintahan negeri ini. Bagaimana yang sebenarnya terjadi? Kita sendiri yang bisa merasakannya. Penguasa yang kali ini sibuk jaga image, terkesan lamban, dan tidak tegas. Tidak seperti pada periode sebelumnya (5 tahun lalu) dimana masyarakat banyak yang merasa mantap, tapi kali ini banyak yang merasa kecewa. Tentunya anda sadar bahwa hal itu terjadi? Jika tidak maka anda buta, tuli, atau bebal… Premanisme sudah lama terjadi sebenarnya, tapi di era demokrasi seperti ini kebebasan kian tidak terkendali dan muncul kesan ogah mengendalikan. Jika tujuannya untuk menarik kembali kebutuhan terhadap TNI, maka sebaiknya jauhkan saja pemikiran seperti itu karena tida
  • 29

    Jul

    Penguasa yang Gemar Jaga Image

    Tiap periode kekuasaan sepertinya memang memiliki kekhasan masing-masing, walau dengan harapan bahwa semuanya harus lebih baik. Dan memang harus diakui juga bahwa pastinya situasi menjadi lebih baik secara umum, tidak sempurna memang. Tapi yang menarik dari periode kali ini adalah kental-nya nuansa “Jaim”, tidak natural dan dibuat-buat. Banyak permasalahan yang ditonjolkan adalah mengenai “Pencitraan”, “pencemaran”, “Tidak pantas”, ini itu dan sebagainya. Sedangkan esensi dari masalah itu sendiri justru tidak terselesaikan. Rasanya tidak perlu disebut contoh-contohnya, ketimbang nanti tau2 digrebek karena dianggap menyebarkan berita yang menyesatkan. Tapi pendekatan “Public Relation” kali ini sudah kelewatan, sibuk bermain kosmet
  • 30

    Apr

    Ajakan Debat Bang Rizal

    Orang ini gak ada habis-habisnya keangkuhannya. Seandainya benarpun tetap saja bukan sosok pemimpin yang ideal. Ambisinya terlihat lebih besar ketimbang bijaksana apalagi wibawanyam kelihatan sekali seperti orang yang kecewa namun tidak bisa menerima. Lagipula jelas saja nantangin debat, lha wong orang ini gak pernah ngerasa salah kok. Jadi siapapun yang berdebat ya percuma, karena ngeyelnya bakal jauh lebih besar. Yang tidak sepaham sudah pasti dimatanya salah. Orang ini sebenarnya gak ngerti apa itu demokrasi, tapi bicara soal kepemimpinan. Terbukti, suaranya yang lantang tapi gak dapat dukungan yang besar. Karena orang juga pasti malas lah kerjasama dengan beliau ini. Diktatornya, arogansi, wuih… Coba aja denger komentar orang yang mungkin pernah dipimpinnya. Mungkin lebih banya
  • 2

    Apr

    POLRI under FIRE

    Berita kecil hari ini cukup memberikan sentilan kencang ke tubuh Kepolisian kita. Setelah isu markus, kini ada rekayasa kasus yang dilakukan oknum polisi kepada rakyat kecil. Terdakwa dipaksa mengakui perbuatan atas sesuatu yang tidak dilakukan. Inilah problem organisasi besar, kesalahan oknum bisa merusak citra organisasi. Dan jika sudah begini maka petinggi pun repot untuk mulai memperbaiki image. Rakyat mungkin salut dengan kinerja POLRI dalam memberantas terorisme, tapi rupanya masih banyak PR besar untuk memperbaiki korupsi, narkoba, serta premanisme. Dengan meluapnya kisah tragis yang makin menyudutkan POLRI, jika tidak ada tindakan tegas yang dilakukan maka akan bahaya bagi organisasi tersebut. Rakyat makin tidak percaya dan akan bersikap makin berani untuk melawan. Menurut saya

Author

Follow Me