• 21

    Nov

    Ketika Nasi sudah menjadi Bubur

    Suatu lembaga terhormat akan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa secara terang-terangan mengakui kekurangan yang telah dilakukannya. Mengakui suatu kekurangan berarti menurunkan kredibilitas kelembagaan tersebut. Terlebih sikap yang telah terlanjur terlontar menjadi dasar dalam suatu aksi yang massive. Alih-alih mengakui kekurangan, lebih baik mengeluarkan jurus Tai Chi. Wibawa tetap terjaga, tidak akan jatuh, dan berhasil memindahkan masalah ke tempat lain. Kurang lebih, ini adalah strategi yang dilakukan ketika nasi sudah menjadi bubur. Tanpa perlu mengatakan “Maaf, saya telah lalai membiarkan nasi terlalu masak sehingga encer”, justru dengan indahnya bisa mengatakan “Saya telah berhasil membuat variasi masakan beras yang bernama bubur, nikmat ketika dicampur dengan
  • 15

    Nov

    Masih seputar kasus Ahok

    Apapun hasil gelar perkara hari ini, merugikan semua pihak. Kepolisian akan dianggap melecehkan MUI jika menyatakan tidak ada tindak pindana dalam kasus Ahok, demo lanjutan pun mungkin bergulir lagi. Tapi jika terbukti ada unsur pidana, maka kita akan masuk babak baru yang penuh dinamika. Mungkin akan membuat kondisi menjelang pilkada makin seru. Dan masyarakat Indonesia akan lebih banyak belajar.  
  • 12

    Nov

    Akhir Politik Ahok di DKI?

    Jika dilihat secara realistis, maka karir Politik Ahok di DKI akan segera berakhir. Sikap MUI sebagai narasumber POLRI dalam kasus penistaan agama tidak akan bisa tertandingi. Dalam kasus ini, terlihat bahwa “People Power” kembali menunjukkan kekuatannya dalam menentukan arah kebijakan Pemerintah. Terlepas apakah kasus Penistaan Agama ini benar atau salah, yang jelas kasus ini adalah murni kasus Politik. Karena secara logis ataupun nalar sehat yang bebas emosional kasus ini sebenarnya sudah selesai ketika Ahok meminta maaf. Kenapa kasus ini sebenarnya tidak valid?1. Video yang dipermasalahkan hanya merupakan potongan dari pidato secara keseluruhan2. Kalimat yang diduga sebagai penistaan agama bukan merupakan “statement kesengajaan” untuk menyudutkan agama Islam3. Y
  • 12

    Aug

    Berharap "Esteban Ocon" tidak lebih baik dari "Rio Haryanto"

    Ditengah kekecewaan berakhirnya kontrak Rio dengan Manor sebagai Driver Utama, sebagian kita mungkin berharap bahwa penggantinya yaitu Esteban Ocon tidak tampil lebih baik dibandingkan dengan Rio pada sisa 9 seri di 2016 ini. Kenapa berharap jelek seperti itu? Karena: Jika Esteban lebih baik, artinya Rio saat ini memang belum siap tampil di F1. Apakah Esteban juga ber-status “Pay Driver”, jika tidak maka 8 Juta Euro yang sudah disetor seperti memberi makan orang lain yang lebih kaya, walau jumlah tersebut baru setengah dari nilai kontrak yang harus disetor. Saya khawatir perusahaan seperti Pertamina, dan perusahaan besar lain yang diharapkan bisa memberikan sponsorship akan kapok untuk mengucurkan dananya. Mereka akan lebih berhati-hati lagi. Kucuran dana dari Pertamina ke Ma
  • 18

    Feb

    Ramai-ramai membenci POLRI dan menjatuhkan KPK

    Institusi yang paling dirugikan dari konflik yang seolah-olah “KPK vs. POLRI” ini adalah sebenarnya POLRI. Dukungan moral bagi KPK jauh lebih tinggi ketimbang dukungan kepada POLRI. Kenapa KPK muncul juga dengan latarbelakang kurang fokus-nya POLRI dalam menangani kasus Tipikor. Saat ini kedua institusi terjebak ke dalam aksi pamer kekuatan. Yang satu merasa mendapatkan simpati, yang satu lagi mengedepankan aspek HUKUM. Tapi publik kebanyakan terlanjur memberikan vonis negatif untuk POLRI yang dinilai bermain-main dengan HUKUM, atau memanfaatkan HUKUM untuk menunjukkan superioritasnya. Sementara KPK sudah terlanjur menjadi idola masyarakat untuk memberantas korupsi. Apakah KPK hanya lembaga pencitraan? ataukah POLRI sedang berupaya menjatuhkan KPK karena mendadak memiliki in
  • 16

    Feb

    Hukum & Vonis Publik

    Semua ahli (jago komentar) sepakat bahwa kita harus menghormati hukum. Namun ketika hukum berbicara tidak sesuai dengan kehendak kita, maka akan ada langkah hukum yang lain, hingga hukum tersebut bisa menghasilkan keputusan Final. Saat ini Hukum sudah bercampur dengan Vonis Publik, semua opini dan analisi membanjiri masyarakat tanpa ada filter dan tanpa ada Hakim yang bisa memberikan keterangan opini mana yang benar dan salah. Ya karena Hakim hanya memberikan putusan di pengadilan. Kebenaran sesungguhnya sangat rawan tertutup oleh Vonis Publik. Vonis Publik yang diciptakan oleh pada Ahli Komentar yang katanya juga berbekal kepada Undang-Undang dan juga Pengalaman. Yang benar bisa terlihat Salah, dan yang Salah bisa menjadi Benar karena Vonis Publik. Tapi jika Vonis Publik merupakan suar
  • 15

    Feb

    Ngotot Tidak Bersalah masih OK, tapi Ngotot jadi KAPOLRI???

    Saya pikir wajar jika seseorang berjuang agar tidak divonis bersalah dalam kasus hukum. Silakan menyediakan bukti dan alat hukum yang lengkap supaya dakwaan atas suatu kasus bisa ditangkis. Tapi jika seseorang ngotot menjadi KAPOLRI??? sepertinya ada udang dibalik batu. Jabatan pimpinan tinggi bukanlah hak individu, tapi merupakan kepercayaan pimpinan dan rakyat yang dipimpin. Seperti halnya pilkada, kemenangan adalah bagi pihak yang memperoleh dukungan terbanyak dan valid secara hukum. Kenapa begitu ngototnya menjadi KAPOLRI, sedemikian hebatnya kah calon ini.. Bisakah beliau menyelesaikan konflik horisontal dan antar instanti yang terjadi? Bicara dong pak… Jika memang ikhlas, banyak cara memperjuangkan persatuan dan keadilan. Coba berpikir lebih jernih, ada apa jika suatu pihak
  • 9

    Feb

    Ribut soal Mobnas dan Proton

    Mengomentari soal artikel Rilis Lengkap Proton soal ‘Mobnas’ Harusnya bisa menjawab beragam keraguan dan pertanyaan mengenai kisruh isu Mobil Nasional. Pertanyaan yang muncul antara lain: Apakah Indonesia ingin memunculkan kembali Mobil Nasional? Kenapa kerjasama dengan Proton dari Malaysia, yang notabene “Saingannya” Indonesia? Bagaimana dengan industri otomotif saat ini di Indonesia? Mari kita coba simak satu per satu… Haruskah Indonesia punya Mobil Nasional? Jika melihat dari sudut pandang gengsi, pasti semua orang Indonesia ingin memiliki Mobil Nasional. Apalagi Malaysia yang negera kecil saja sudah punya mobil nasional yang bisa dibilang “cukup sukses” di kandang sendiri dan juga Asia Tenggara. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah,
  • 22

    Jan

    Kriminalisasi Ketua KPK Jilid II

    Merujuk pada salah satu fokus beritaDetiknews PDIP vs Ketua KPK , maka jelas ini merupakan Kriminalisasi Ketua KPK jilid II. Terlepas dari benar atau tidak kedua kejadian tersebut, posisi pimpinan KPK sangat rawan dari terjangan lawan. Dampak terburuknya adalah masuk Bui yang dialami oleh Antasari Ashar. Bagaimana dengan nasib Abaraham Samad? Karena isunya belum termasuk kasus pidana, kemungkinan terburuknya adalah berhenti dari jabatan saat ini dan habis sudah karir politik dan hukumnya. Buat calon Ketua KPK yang ke-3, sepertinya harus siap mental, jiwa dan raga. Keluarga harus sudah dikondisikan dengan resiko yang mungkin terjadi. Jika perlu diungsikan keluar negeri saja selama menjabat sebagai ketua KPK. Negeri ini sudah berbahaya, godaan di posisi puncak sangat tinggi, terlebih jika
  • 6

    Sep

    Lucu Polisi ini ... Prihatin untuk mu mas Saipul

    Kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja, baik karena faktor kelalaian, orang ketiga, teknis, dan sebagainya. Kecelakaan adalah musibah. Kecelakaan berbuntut pada kehilangan baik harta bahkan nyawa. Apa yang ada dipikiran para polisi? Menjadi pahlawan Hukum, mengandalkan pasal-pasal yang sering jadi andalan untuk mendakwa orang hingga bersalah. Sombongnya para polisi ini, kecelakaan bisa merenggut siapa saja. Bayangkan jika kecelakaan ini “amit2″ terjadi juga di keluarga para polisi. Akankah mereka akan mendakwa diri sendiri karena dianggap lalai? Seandainya memang lalai-pun, apakah adil jika hanya saipul seorang diri yang dipersalahkan. Jika kejadiannya hanya sesekali, maka mungkin memang faktor human error. Masalahnya banyak juga kejadian di tempat yang sama menimpa tidak
- Next

Author

Follow Me