Realita dan Transformasi Masyarakat Indonesia

11 Dec 2016

Indonesia merupakan negara dan bangsa yang terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan perilakunya. 70 tahun merdeka dari penjajahan fisik kolonial, namun masyarakat ini sendiri telah berada ratusan tahun sebelumnya. Dilihat latar belakangnya, bangsa ini adalah negara yang terdiri dari kerajaan kerajaan dengan berbagai ukuran, ada yang pernah menguasai hingga asia tenggara dan ada juga yang luasnya kecil.

Tapi intinya kehidupan sosial negara ini banyak didominasi oleh cara hidup gaya kerajaan. Dimana ada keluarga kerajaan, bangsawan, pekerja, dan rakyat jelata. Sebetulnya mirip juga dengan kebanyakan latar belakang di eropa dan timur tengah, cina, dsb.

Perkembangan teknologi banyak memberikan pengaruh terhadap kecepatan perubahan budaya dan juga masyarakatnya. Dengan arus informasi yang sedemikian instan, maka syiar, dakwah, kotbah, doktrinasi paham tertentu juga bisa menyebar dengan cepat. Sebelum era komunikasi nir kabel, syiar dkk ini harus melalui forum tertentu. Kemudian sifatnya juga dominan hanya satu arah.

Saat ini tiap individu memiliki akses tidak terbatas terhadap informasi, dan informasi update dalam hitungan detik. Yang tadinya tidak ada menjadi ada, yang tadinya susah menjadi mudah, dan semua mendorong terjadinya perubahan. Terlepas perubahan yang dimaksud ini ada yang positif dan ada yang negatif.

Bagi kami warga yang berusia di atas 30 tahun, tentunya kami sempat menyaksikan bagaimana kehidupan sosial 20 tahun yang lalu dan dibandingkan dengan kondisi saat ini. Banyak hal berubah, tidak hanya dari sisi teknologi tapi juga kehidupannya. Terutama sejak era reformasi, masyarakat mulai belajar banyak bagaimana menjalani kehidupan yang lebih demokratis, bebas, tanpa adanya filter informasi dan juga kontrol informasi. Sehingga keragaman yang tadinya “cukup stabil” dalam tunggal ika, kini sedang dalam ujian. Karena keragaman tadi makin digali dan makin dibandingkan sehingga ketimbang mengedepankan kesatuan, saat ini lebih banyak menonjolkan perbedaan. Bahwa satu ragam lebih unggul dibanding ragam yang lain.

Ketika Bhinneka tunggal Ika yang berarti kesatuan dalam keragaman yang ada, kini lebih cenderung untuk menyatukan keragaman yang ada berdasarkan ragam yang paling dominan.

Tapi ini adalah pilihan masyarakt Indonesia, dan ini adalah dinamika sosial yang terjadi. Makin beragam masyarakat yang pro dan kontra. Tapi itulah kita yang sedang mengalami transformasi budaya.

Pertanyaannya adalah ke arah manakah kehidupan sosial dan budaya kita saat ini? Karena transformasi ini tidak dipimpin oleh negara, tapi dikembangkan dan dijalankan sendiri oleh rakyatnya.

Negara yang memimpin terjadinya transformasi sosial dan budaya adalah Korea Selatan (dalam 20-30 tahun terakhir) dan Jepang (setelah Perang Dunia II). Walau tidak sepenuhnya melakukan kontrol ataupun mengarahkan bentuk budaya yang diinginkan, tapi negara berperan dalam mendorong dan memfasilitasi.

Bangsa kita seperti kebanyakan bangsa lain di dunia dimana transformasi sosial budaya ini dilepaskan kepada rakyatnya sendiri. Contohnya saja Amerika, yang merupakan bangsa imigran dari beragam daerah yang berkumpul membentuk komunitas baru dan berkembang dalam 200 tahun ini. Negara hanya penyedia tanah dan kebijakan, tapi masyarakatnya yang membangun sosial budaya tersebut. Mereka meyakini bahwa kebebasan / kemerdekaan individu mendorong kepada peradaban yang lebih maju. Hingga 10 tahun terakhir, dimana era kemerdekaan individu yang sudah terlewat batas karena melanggar norma-norma dan keyakinan yang telah berdiri selama berabad-abad.

Bagi masyarakat Jakarta yang cukup sadar, transformasi ini seperti itu akan kita alami. Dimana ada momen dibawah suatu perubahan melewati batas, terlampau ekstrim dan akan membawa kita kepada suatu masa yang sangat berbeda dikemudian hari. Dan itu tidak akan lama lagi.


TAGS Transformasi budaya masyarakat jakarta indonesia keragaman sosial bhinneka tunggal ika


-

Author

Follow Me