Indonesia masih butuh FPI

19 Feb 2012

fpi1

FPI sering melakukan kekerasan? Memaksakan kehendak? Tidak berbeda dengan preman? Saya setuju itu merupakan implementasi penegakan ISLAM yang salah. Wajar jika banyak masyarakat yang resah, penegak hukum tidak tegas, dan seolah-olah dibiarkan.

Tapi jika kita coba melihat esensi dari apa yang dibela, mungkin kita bisa bertanya … jika bukan mereka, maka siapa lagi yang akan berani melakukan. Coba perhatikan satu2:

  1. Sweeping Bar / Kafe / Diskotik saat bulan Puasa. Bukan umat ISLAM yang harus bertoleransi, tapi bagi tidak menjalankan ibadah lah yang harus bertoleransi. Bandingkan dengan BALI, penegakan budaya disana begitu ketat dan tidak ada yang protes.
  2. Penolakan terhadap pornografi, mulai dari majalah Playboy, Miyabi, dan artis2 yang terlibat pornografi. Sekarang, dengan maraknya kasus perkosaan di angkot, dimana lah? apa yang jadi pemicu jika bukan karena pornografi yang mudah diakses dimana-mana. Bayangkan anda sebagai orang tua yang bertanggung jawab, pasti khawatir jika anak anda mengakses pornografi. Lebih parah jika anak anda ternyata terlibat atau menjadi korban.
  3. Kritik Korupsi. Lho … sudah merajalela kemana-mana hingga tingkat paling bawah. Tapi kok dibiarkan, bahkan malah ikut2an.

Siapapun pasti jengkel jika melihat moral bangsa ini makin bobrok. Klub malam jadi pasar untuk peredaran narkoba, lihat tuh tragedi tugu tani. Bukti nyata akibat ketidaksadaran, dan sekarang jadi sorotan. Anehnya Polisi masih belum menindak jaringan narkoba disekitar tersebut.

Jujur, saya lebih memilih FPI untuk tetap ada. Mereka yang berani kontrol bung.. Tapi anarkis harus dibuang jauh-jauh. Tindak pelaku, bukan organisasinya. FPI juga jangan membela anggota-nya yang memang salah dan memanfaatkan atribut organisasi untuk melakukan tindakan anarki maupun premanisme.

Gerakan anti FPI hanya merupakan tunggakan liberalis yang pro terhadap kebobrokan moral. Mengatakan kebebasan sebagai hak asasi, tapi menjatuhkan martabat budaya timur. Sok kebarat-baratan, tapi tidak mengetahui apa yang harus dibela.

Tiap orang punya potensi emosi, jika merasa kesabaran sudah habis. Jengkel terhadap pembiaran. Mau sabar sampai kapan, jika kebobrokan moral terus dibiarkan. Dan tak ada hukum yang bisa menindak secara tuntas.


TAGS Front Pembela Islam FPI


-

Author

Follow Me