Bagaimana Nasib kasus Nazaruddin, Gayus, dkk..

4 Sep 2011

Bak ditelan waktu, banyak kasus Korupsi yamg sepertinya tenggelam dan makin tidak terdengar. Kehebohan serta harapan rakyat terhadap penegakan hukum atas kasus korupsi pun berangsur memudar. Masyarakat tinggal berharap kepada LSM, aktivis yang masih rajin berteriak.

Semangat Idul Fitri untuk kembali ke Fitrah, saling memaafkan sepertinya juga menular untuk kasus Korupsi. Hehehe… Enak ya kalo gitu jadi koruptor di negeri ini.

Tidak bisa kasus Mega-Korupsi ini hanya mengandalkan kepada hukum yang berlaku. Kita semua tahu, hukum kita begitu lemah dan memiliki banyak celah. Perlu ada intervensi, perlu ada keterlibatan hati nurani.

Akibatnya, dengan alasan hukum banyak hal yang menjadi tidak adil dan melukai batin masyarakat Indonesia. Inikah visi para pemimpin?

Diam dan menyerahkan pada mekanisme yang ada sama saja cari mati. Kita pernah mengalami hal ini ketika masyarakat tidak lagi percaya kepada Presiden Megawati Soekarnoputri. Terlalu banyak diam membuat rakyat tidak lagi percaya.

Kita butuh pemimpin yang melakukan tindakan tegas, ekstrim, dan revolusioner. Kemanakah harapan2 tersebut akan berlalu?


TAGS


-

Author

Follow Me