Mimpi Ahmad Dahlan yang masih Jauh

30 Aug 2011

Prihatin dengan mekanisme penetapan 1Syawal Negeri ini. Dan massive pula pelaksanaannya. Bangsa ini tidak akan pernah maju jika masyarakat masih terjebak dalam mekanisme kolektif yang belum tentu benar.

Apa sikap pemimpin? Cari amannya saja deh. Tidak membuat gebrakan revolusioner. Malaysia, Saudi Arabia, lebaran hari ini 30 Agustus 2011. Indonesia kok beda, memangnya kita tidak dalam bumi yang sama ya? Ini bukan perbedaan yang indah. Ini adalah egoisme berdasar kekolotan pemikiran. Terima kasih kepada Muhammadiyah yang telah memberikan secercah cahaya, sehingga sedikit masyarakat mulai berpikir.

Tapi saya adalah warga negara yang taat, apapun keputusan Pemerintah akan diikuti, walau ini tidak sesuai dengan hati nurani. Tapi saya tetap meyakinininya.

Ahmad Dahlan berharap membangun umat muslim yang cerdas, tidak terjebak dalam kultur, fanatisme, dan implementasi berlebihan dari ajaran agama. Tapi masih sedikit umat yang sadar. Indonesia merupakan negeri dengan umat muslim terbesar tapi sekaligus menunjukkan kebesaran kebodohan kolektif.

Ini yang terjadi dalam sistem negara yang birokratif. Tidak ada revolusi management. Padahal kami mengharapkan perbaikan. Berbeda dengan situasi 5 tahun yang lalu yang banyak memberikan harapan. Periode ini memburuk, dan pemerintah harusnya membuka mata dengan lebar. Lebih jeli melihat orang yang bisa dipercaya.

Siapa lagi yang bisa memberikan pencerahan di masa ini. Ketika sistem penuh dengan ego dan tuli terhadap perbaikan. Kami menunggu sosok Ahmad Dahlan yang revolusioner untuk negeri ini.


TAGS


-

Author

Follow Me