Kebingungan mengenai Waktu Berbuka Puasa

4 Aug 2011

normal_berbuka-puasa-021

Mungkin belakangan ini ada yang menerima broadcast SMS atau BBM mengenai ketentuan waktu berbuka puasa? Bukan hal yang baru di tahun ini, perbedaan pendapat ini sudah muncul sejak lama sebenarnya. Cuma karena saat ini konektivitas antar individu semakin cepat, terutama dengan adanya blackberry dan media sosial lainnya, maka berita seperti ini terkesan “membuat bingung”. Apa sih sebenarnya yang terjadi?

Acuannya adalah ayat berikut:

dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam (QS. Al-Baqarah : 187)

Sehingga ada sebagian ahli tafsir menyimpulkan bahwa ketika Adzan Maghrib sesungguhnya bukan waktu berbuka, melainkan harus menunggu ketika di langit tidak lagi muncul terang (garis kemerah2an atau kuning). Dan pedoman ini diyakini tanpa penafsiran yang macam-macam, sehingga yang meyakininnya menunggu 10 - 20 menit dari waktu adzan.

Bagi mayoritas umat muslim mungkin tidak tahu mengenai hal ini, tapi juga tidak tahu sebenarnya apa yang menjadi dasar buka puasa yang selama ini dijalankan bertahun-tahun.

Ada Hadits Rasulullah SAW sebagai berikut:

Dari Abdullah Bin Abu Aufa R.A Berkata: Pernah kami bersama Rasulullah SAW dalam perjalanan di bulan Ramadhan. Setelah matahari terbenam, beliau berkata: Hai Fulan! Marilah, siapkan untuk kita (berbuka)! Dia menjawab: Ya, Rasulullah! Sesungguhnya hari masih siang! Dia datang dan menyiapkan makanan dan dihidangkan kepada Nabi, lalu Nabi meminumnya. Sesudah itu, Nabi berkata sambil menunjuk dengan tangannya: Apa bila matahari telah terbenam di sini dan malam telah datang dari sini, maka tibalah waktunya orang berbuka puasa. (HR Muslim)

Saya sendiri meyakini bahwa ditengah kebingungan ini, kita harus benar-benar membaca dan mencoba mempelajari lagi apa yang sebenarnya terjadi. Al-Qur’an adalah hukum utama dalam ISLAM, tapi panduan pelaksanaannya banyak yang dijabarkan melalui Hadits. Lagipula Rasulullah SAW yang menyampaikan Firman tersebut, dan Beliaulah yang menjalankan. Sehingga penting bagi kita untuk melihat juga apa yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

Lantas, apakah terjadi pertentangan antara Al Qur’an dengan Hadits? sebenarnya tidak juga.. Lebih jelasnya silakan buka tautan sebagai berikut yang lebih lengkap:

http://www.scribd.com/doc/47507431/31-rukun-waktu-berbuka-puasa

Kesimpulan dari tulisan tersebut bahwa benar adanya jika waktu berbuka puasa saat Ramadhan adalah ketika “datangnya malam”. Sehingga berbuka ketika hari masih terang tidak memiliki dasar yang jelas. Hadits di atas sebelumnya adalah kejadian ketika berpuasa di luar bulan Ramadhan.

Intinya bagaimana yang benar kalo begitu? Apa yang dilakukan selama ini salah. Kita yang minim pengetahuan, bukan merupakan ahli tafsir, ada baiknya menanyakan saja kepada ulama di sekitar kita. Tanyakan apa pendapat mereka, dan apa yang menjadi dasar. Dan yakinilah hal tersebut, karena sesuatu yang bimbang akan membawa kepada kesesatan berpikir.

Sebagai orang awam, memang tidak seharusnya kita sekedar ikut-ikutan. Tapi saya berpesan, bahwa dalam tiap kehidupan kita selalu memiliki pemimpin. Dalam hal ini kita dipimpin oleh Pemerintah, biarkan Pemerintah yang mengeluarkan panduannya. Tapi jika kita merasa ada yang salah dari Pemerintah, maka ya lakukan sesuai keyakinanmu. Yakinkanlah Pemerintah dengan kesanggupanmu. Jika tidak bisa, jangan pula melakukan tindakan anarki untuk memaksakan pendapat. Kesabaran dan kebijakan dalam berpikir maupun bertindak sangat penting dalam mengambil keputusan.

Jika anda masih meyakini bahwa Maghrib sebagai penanda waktu datangnya malam, ya jalankan lah. Tapi jika dengan membaca / mempelajari mengenai rukun berbuka yang mengacu pada tulisan di atas, juga tidak ada salahnya.

Tidak perlu bingung, tidak perlu cemas. Kebenaran hanya milik Allah.


TAGS


-

Author

Follow Me