• 11

    Dec

    Realita dan Transformasi Masyarakat Indonesia

    Indonesia merupakan negara dan bangsa yang terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan perilakunya. 70 tahun merdeka dari penjajahan fisik kolonial, namun masyarakat ini sendiri telah berada ratusan tahun sebelumnya. Dilihat latar belakangnya, bangsa ini adalah negara yang terdiri dari kerajaan kerajaan dengan berbagai ukuran, ada yang pernah menguasai hingga asia tenggara dan ada juga yang luasnya kecil. Tapi intinya kehidupan sosial negara ini banyak didominasi oleh cara hidup gaya kerajaan. Dimana ada keluarga kerajaan, bangsawan, pekerja, dan rakyat jelata. Sebetulnya mirip juga dengan kebanyakan latar belakang di eropa dan timur tengah, cina, dsb. Perkembangan teknologi banyak memberikan pengaruh terhadap kecepatan perubahan budaya dan juga masyarakatnya. Dengan arus informasi yang
  • 21

    Nov

    Ketika Nasi sudah menjadi Bubur

    Suatu lembaga terhormat akan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa secara terang-terangan mengakui kekurangan yang telah dilakukannya. Mengakui suatu kekurangan berarti menurunkan kredibilitas kelembagaan tersebut. Terlebih sikap yang telah terlanjur terlontar menjadi dasar dalam suatu aksi yang massive. Alih-alih mengakui kekurangan, lebih baik mengeluarkan jurus Tai Chi. Wibawa tetap terjaga, tidak akan jatuh, dan berhasil memindahkan masalah ke tempat lain. Kurang lebih, ini adalah strategi yang dilakukan ketika nasi sudah menjadi bubur. Tanpa perlu mengatakan “Maaf, saya telah lalai membiarkan nasi terlalu masak sehingga encer”, justru dengan indahnya bisa mengatakan “Saya telah berhasil membuat variasi masakan beras yang bernama bubur, nikmat ketika dicampur dengan
  • 15

    Nov

    Masih seputar kasus Ahok

    Apapun hasil gelar perkara hari ini, merugikan semua pihak. Kepolisian akan dianggap melecehkan MUI jika menyatakan tidak ada tindak pindana dalam kasus Ahok, demo lanjutan pun mungkin bergulir lagi. Tapi jika terbukti ada unsur pidana, maka kita akan masuk babak baru yang penuh dinamika. Mungkin akan membuat kondisi menjelang pilkada makin seru. Dan masyarakat Indonesia akan lebih banyak belajar.  
  • 15

    Nov

    Blogdetik di iOS dan Android?

    Hi Blogdetik, Mengapa blogdetik belum meluncurkan platform editing di iOS dan Android. Kan semakin banyak blogger yang mobile yang tidak selalu berada di depan komputer. Dulu sewaktu masih menggunakan wordpress masih bisa, tapi begitu berubah sudah tidak support lagi.  
  • 12

    Nov

    Akhir Politik Ahok di DKI?

    Jika dilihat secara realistis, maka karir Politik Ahok di DKI akan segera berakhir. Sikap MUI sebagai narasumber POLRI dalam kasus penistaan agama tidak akan bisa tertandingi. Dalam kasus ini, terlihat bahwa “People Power” kembali menunjukkan kekuatannya dalam menentukan arah kebijakan Pemerintah. Terlepas apakah kasus Penistaan Agama ini benar atau salah, yang jelas kasus ini adalah murni kasus Politik. Karena secara logis ataupun nalar sehat yang bebas emosional kasus ini sebenarnya sudah selesai ketika Ahok meminta maaf. Kenapa kasus ini sebenarnya tidak valid?1. Video yang dipermasalahkan hanya merupakan potongan dari pidato secara keseluruhan2. Kalimat yang diduga sebagai penistaan agama bukan merupakan “statement kesengajaan” untuk menyudutkan agama Islam3. Y
  • 12

    Aug

    Berharap "Esteban Ocon" tidak lebih baik dari "Rio Haryanto"

    Ditengah kekecewaan berakhirnya kontrak Rio dengan Manor sebagai Driver Utama, sebagian kita mungkin berharap bahwa penggantinya yaitu Esteban Ocon tidak tampil lebih baik dibandingkan dengan Rio pada sisa 9 seri di 2016 ini. Kenapa berharap jelek seperti itu? Karena: Jika Esteban lebih baik, artinya Rio saat ini memang belum siap tampil di F1. Apakah Esteban juga ber-status “Pay Driver”, jika tidak maka 8 Juta Euro yang sudah disetor seperti memberi makan orang lain yang lebih kaya, walau jumlah tersebut baru setengah dari nilai kontrak yang harus disetor. Saya khawatir perusahaan seperti Pertamina, dan perusahaan besar lain yang diharapkan bisa memberikan sponsorship akan kapok untuk mengucurkan dananya. Mereka akan lebih berhati-hati lagi. Kucuran dana dari Pertamina ke Ma
  • 21

    Feb

    Jika Kecewa, Jangan Naik Lion Lagi

    Hukum pasar yang umum, jika pelanggan kecewa, maka mereka tidak akan kembali. Bahkan akan berkata kepada rekannya untuk tidak menggunakan produk / service tersebut. Kecuali tidak ada pilihan lain seperti PLN, PDAM, bensin Premium, walau mengecewakan, produk dan layanan mereka akan tetap digunakan. Perusahaan tanpa adanya komitmen Layanan merupakan bom waktu. Mereka akan habis dengan sendirinya. Untuk kasus Lion yang baru saja terjadi, merupakan bencana Layanan yang sangat parah. Jika sebagai pelanggan kecewa, cukup jangan gunakan lagi maskapai tersebut. Tapi masalahnya masyarakat Indonesia bukanlah tipe orang yang kapok. Apalagi jika iming-iming harga yang murah. Sehingga maskapai ini akan terus bertahan. Akankah nila setitik merusak susu sebelanga?
  • 18

    Feb

    Ramai-ramai membenci POLRI dan menjatuhkan KPK

    Institusi yang paling dirugikan dari konflik yang seolah-olah “KPK vs. POLRI” ini adalah sebenarnya POLRI. Dukungan moral bagi KPK jauh lebih tinggi ketimbang dukungan kepada POLRI. Kenapa KPK muncul juga dengan latarbelakang kurang fokus-nya POLRI dalam menangani kasus Tipikor. Saat ini kedua institusi terjebak ke dalam aksi pamer kekuatan. Yang satu merasa mendapatkan simpati, yang satu lagi mengedepankan aspek HUKUM. Tapi publik kebanyakan terlanjur memberikan vonis negatif untuk POLRI yang dinilai bermain-main dengan HUKUM, atau memanfaatkan HUKUM untuk menunjukkan superioritasnya. Sementara KPK sudah terlanjur menjadi idola masyarakat untuk memberantas korupsi. Apakah KPK hanya lembaga pencitraan? ataukah POLRI sedang berupaya menjatuhkan KPK karena mendadak memiliki in
  • 16

    Feb

    Hukum & Vonis Publik

    Semua ahli (jago komentar) sepakat bahwa kita harus menghormati hukum. Namun ketika hukum berbicara tidak sesuai dengan kehendak kita, maka akan ada langkah hukum yang lain, hingga hukum tersebut bisa menghasilkan keputusan Final. Saat ini Hukum sudah bercampur dengan Vonis Publik, semua opini dan analisi membanjiri masyarakat tanpa ada filter dan tanpa ada Hakim yang bisa memberikan keterangan opini mana yang benar dan salah. Ya karena Hakim hanya memberikan putusan di pengadilan. Kebenaran sesungguhnya sangat rawan tertutup oleh Vonis Publik. Vonis Publik yang diciptakan oleh pada Ahli Komentar yang katanya juga berbekal kepada Undang-Undang dan juga Pengalaman. Yang benar bisa terlihat Salah, dan yang Salah bisa menjadi Benar karena Vonis Publik. Tapi jika Vonis Publik merupakan suar
  • 15

    Feb

    Ngotot Tidak Bersalah masih OK, tapi Ngotot jadi KAPOLRI???

    Saya pikir wajar jika seseorang berjuang agar tidak divonis bersalah dalam kasus hukum. Silakan menyediakan bukti dan alat hukum yang lengkap supaya dakwaan atas suatu kasus bisa ditangkis. Tapi jika seseorang ngotot menjadi KAPOLRI??? sepertinya ada udang dibalik batu. Jabatan pimpinan tinggi bukanlah hak individu, tapi merupakan kepercayaan pimpinan dan rakyat yang dipimpin. Seperti halnya pilkada, kemenangan adalah bagi pihak yang memperoleh dukungan terbanyak dan valid secara hukum. Kenapa begitu ngototnya menjadi KAPOLRI, sedemikian hebatnya kah calon ini.. Bisakah beliau menyelesaikan konflik horisontal dan antar instanti yang terjadi? Bicara dong pak… Jika memang ikhlas, banyak cara memperjuangkan persatuan dan keadilan. Coba berpikir lebih jernih, ada apa jika suatu pihak
- Next

Author

Follow Me